Kebanggaan Keluarga

Di Kolam Kita Bahagia

Sunday, March 11, 2018
“Pengen deh bisa renang, supaya bisa mendampingi anak-anak saat di kolam renang.”

“Saya pengen belajar renang, tapi saya takut tenggelam”

“Apa saya sudah terlalu tua untuk belajar renang?”

Ahh, setiap kali kalimat diatas saya dengar, hati ini selalu merasa lega. Bukan karena akan ada pemasukan baru, tetapi lebih karena sudah banyak kesadaran akan olahraga renang.
Jangan lupa pemanasan sebelum renang, ya (dok. Diyah Amalia)

Selain sebagai olahraga, renang merupakan rekreasi yang dapat dinikmati bersama keluarga. Renang juga bermanfaat mempererat hubungan antar anggota keluarga, meningkatkan daya tahan tubuh maupun sebagai sarana terapi bagi penderita penyakit terkait dengan sendi, otot maupun tulang. Namun, renang berbeda dengan olahraga lainnya. Manusia tidak serta-merta terbiasa renang, baik di kolam tertutup ataupun terbuka (swimming pool or open water), mengingat renang bukan merupakan kegiatan alami. Namun manusia memiliki kemampuan beradaptasi saat berada di air. Kemampuan manusia bernafas di dalam air dan menggerakkan badan merupakan bentuk adaptasi manusia di air. Maka tak heran jika mereka yang tinggal di tepi pantai/danau lebih lincah saat jumpalitan di air ketimbang yang tinggal di kota atau dataran tinggi. 
Latihan menendang kaki di pinggir kolam. Pemanasan sekaligus bermain, asyik, kan! (dok. Annissa Gumay)
Tidak ada kata terlambat atau terlalu tua memulai berenang. Langkah awal tentunya menjadikan air sebagai ‘sahabat’ saat anda renang. Sering-seringlah bermain ke kolam renang atau rekreasi air. Saat di darat, manusia berjalan dan beraktivitas dalam posisi vertikal sedangkan saat renang, sebagian besar dalam posisi horizontal. Perbedaaan lain yang tak kalah penting antara renang dan olah raga lainnya adalah saat bernafas. Saat renang, bernafas merupakan fokus utama yang perlu sering dilatih karena saat mengambil nafas seringkali menjadi peristiwa yang tidak menyenangkan. Tersedak, masuk air ke hidung atau mulut, merupakan pengalaman tidak enak bahkan bisa berujung pada trauma. Sedang olahraga lainnya pernafasan diatur dengan sendirinya. 

Keliling Kolam, Yuk!

Jika anda atau anak-anak baru pertama kali bermain di kolam renang, jangan terburu-buru masuk kolam. Kenali kolam renang anda. Mana bagian kolam yang dalam dan dangkal. Mana kolam untuk anak-anak dan dewasa. Duduklah di pinggir kolam dan rasakan air yang merambat melalui kaki dan tangan. Ajarkan bagaimana turun dan naik kolam renang yang benar. Dan, di kolam renang tidak boleh buang air kecil sembarangan ya!
Latihan bernafas level awal yaitu meniup di atas permukaan air dan membuat gelembung (bubbles). (dok. Annissa Gumay)
Latihan nafas level kedua yaitu bernafas di dalam air sehingga telapak tangan dapat menyentuh kolam renang. (dok. Diyah Amalia)

Gunakan cara-cara yang menyenangkan saat belajar bernafas. Lakukan perlahan. Ajarkan bagaimana bernafas di dalam air dengan cara yang menyenangkan. "Seperti meniup lilin..." atau " kalau tiup balon gimana..."
Jadi kapan kita renang, yaa?

Kontributor:
Rina Octavia saat ini sedang menikmati perannya sebagai istri, guru keliling, pengajar renang kelas-kelas individual dan grup, serta tante dari 3 keponakan. Ikuti instagramnya @octa1710.
5 comments on "Di Kolam Kita Bahagia"
  1. Semangaattt ajak Kal mulai latihan berenang. Trims bu rina.

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Akuu puuun kaaaanggeen sama duo Putri dan Yoga. Sdh lama kita ga sua yaa mbak

      Delete
  3. berenang agenda rutin family time kami.. hampir 2pekan sekali kami pergi berenang, walau saya gak bisa berenang.. hehehe.. tapi kami sangat menikmati kegiatan ini tidak terkecuali sibungsu dd AL...

    ReplyDelete