Ada banyak
pikiran berkecamuk dalam benakku setiap kali mendengar teman atau sahabat yang
sedang mempersiapkan pernikahan. Kemudian muncul pertanyaan, sudah sejauh mana
persiapanku?
Sungguh, aku
selalu merasa takut menghadapi pernikahan karena ada sesuatu yang terus
menghantuiku. Hal itu membuat aku belajar lebih keras tentang bagaimana
mempersiapkan pernikahan yang ‘ideal’. Juga belajar tentang bagaimana ilmu
pengasuhan yang benar. Pada saat teman-teman seusiaku masih belum memikirkan
pernikahan atau bahkan masih asyik nongkrong di cafe dengan perbincangan khas anak muda, aku justru ikut kuliah daring di Institut Ibu Professional
(IIP) bersama para perempuan lainnya. Teman-temanku di IIP kebanyakan sudah
menikah, bahkan beberapa sudah memiliki anak. Semua proses belajar itu aku
lakukan demi mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi pernikahan yang akan
kujalani di masa depan.
Banyak reaksi
yang kuterima ketika teman-teman atau sahabatku mengetahui hal tersebut. Ada
yang mendukung dan setuju dengan apa yang aku lakukan, tetapi tak jarang juga
ada yang heran atau bahkan tertawa mendengarnya.
Ah, sudahlah!
Mereka kan tidak tahu alasan sebenarnya aku ikut ini. Ah, sudahlah! Mereka
mungkin memang belum memikirkannya. Itu urusan mereka, bukan urusanku!
Lalu, mengapa
judul tulisan ini “Selesai dengan Diri Sendiri?” Jadi, begini ….