Harmoni Keluarga Inspiratif

Wanita-Wanita Di Balik Pembesar Dunia by Octa Raisa

Wednesday, December 4, 2019



“Saya menerima penghargaan ini atas nama keluarga dan anak-anak, menantu, dan cucu, khususnya kepada istri saya tercinta, dokter Hasri Ainun Habibie yang telah mendampingi dengan kesetiaan yang tulus, serta dengan pengorbanan yang ikhlas sehingga saya dapat menjadi hamba Allah seperti sekarang ini,” ucap BJ Habibie pada Pidato Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Filsafat dan Teknologi di Universitas Indonesia tahun 2010. Bisa dikatakan, pidato tersebut adalah sebuah penghargaan terbesar kepada seorang istri yang telah mendampingi seorang suami dalam berbagai keadaan.

 

Setiap cerita pasti memiliki rahasia di baliknya. Begitu juga dengan kisah kesuksesan seorang tokoh besar, selalu tersembunyi peran dua wanita yang amat menentukan, yaitu peran ibu dan istrinya. Wanita tersebut mampu tetap bersama suaminya di masa-masa sulit. Mereka yang paling mengenal kebaikan pasangannya. Tentulah mereka yang pertama kali percaya dan mendukung apa yang disampaikan suaminya.
 
Tidak ada budi yang dapat membalas cinta seorang ibu, apalagi mengimbanginya. Sebab, cinta ibu mengalir melalui darah dan roh. Itu sebabnya, cinta ibu merupakan cinta misi, tulis Anis Matta dalam buku Serial Cinta-nya. Cinta ini lahir dari misi yang suci, didorong oleh emosi kebijakan dan didukung dengan kemampuan memberi. Cinta misi juga terdapat pada cinta para Nabi kepada umat-nya, cinta guru pada anak didiknya, juga cinta pemimpin pada rakyatnya. Namun, terdapat ciri yang membedakan cinta misi seorang ibu pada anaknya dengan jenis cinta misi yang lainnya, yaitu darah. Anak adalah metamorfosis dari darah dan daging seorang ibu.

Seperti pada kehebatan Muhammad Al Fatih yang mampu menaklukkan sebuah kota dengan pengamanan paling kompleks di masanya. Pencapaian yang  pada usia 22 tahun lebih dua bulan itu, tidaklah terlepas dari peran ibu yang mengajari dan memotivasinya. Selesai salat Subuh, sebelum menuntut ilmu kepada para gurunya, Al Fatih muda mendapatkan didikan agama dan geografi tentang garis batas daerah Konstatinopel secara intensif dari ibunya. Didikan penuh cinta agar anaknya kelak menjadi pemimpin besar dan bersahaja.

Lain lagi dengan kisah seorang gadis yang menolak permintaan ibunya untuk berbuat curang mencampurkan susu dagangannya dengan air. Gadis ini akhirnya dipinang Umar bin Khattab untuk putranya. Dari keduanya, kelak akan lahir seorang khalifah yang penuh dengan keberkahan, Umar bin Abdul Aziz. Baru dua tahun ia mengemban amanah kekhalifahan, tetapi para amil zakat sudah dibuat kebingungan karena kesulitan mencari penduduk yang bisa dimasukkan ke dalam golongan penerima zakat.

Sementara itu, dalam salah satu halaman biografi daring Mikhail Gorbachev, mantan Presiden Uni Soviet yang berkontribusi mengakhiri Perang Dingin, tertulis, “In an American television interview, Mikhail Gorbachev said that he discussed all important issues with his wife, Raisa, first.” Seorang pemimpin negara terbesar di dunia saat itu, dengan luas wilayah hampir seperenam daratan di muka bumi ini, selalu mendiskusikan pemikiran-pemikiran besarnya pertama kalinya bukan dengan rekan politiknya, melainkan dengan Raisa, istrinya.

Lalu, ada kisah tentang seorang wanita perkasa lainnya. Suatu hari di Makassar, dalam sebuah agenda kunjungan, Buya Hamka datang bersama istrinya. Di tengah acara, mendadak sang MC memanggil Ummi Siti Raham, istri Buya Hamka, untuk naik ke panggung. Beliau diminta untuk menyampaikan sedikit ceramah di hadapan orang-orang yang hadir saat itu.

“Saya diminta berceramah, tetapi sebenarnya ibu-ibu dan bapak-bapak sendiri memaklumi bahwa saya tak pandai berceramah. Saya bukan tukang ceramah seperti Buya Hamka. Pekerjaan saya adalah mengurus tukang ceramah dari memasakkan makanan hingga menjaga kesehatannya,” urai Ummi Raham singkat yang disambut dengan sorak sorai para hadirin di sana.

“Hidup Ummi! Hidup Ummi!”

Berbeda lagi dengan Albert Einstein yang selama hidupnya diketahui menjalin cinta dengan tiga perempuan: Marie Winteler, Mileva Maric, dan Elsa. Kisah cintanya dengan Marie yang cantik jelita dan Mileva yang cerdas hanya mampu bertahan beberapa lama. Hatinya kemudian berlabuh pada Elsa, wanita sederhana yang tidak secantik Marie dan tidak secerdas Mileva.

“Aku tidak mengerti matematika, kecuali tentang tagihan rumah tangga,” ucap Elsa. Elsa hanyalah seorang wanita biasa pada umumnya, tetapi ia mampu mendampingi Einstein dalam saat sulit ketika ia tengah mematenkan beberapa karya ilmiah, termasuk teori relativitas.

Wanita-wanita di atas adalah wanita yang membantu para pembawa perubahan. Wanita perkasa, pendamping seorang pemimpin besar, tidaklah selalu berwujud wanita cerdas yang memiliki gelar akademik bergengsi. Mereka juga bisa berwujud seorang wanita sederhana, yang ‘hanya bisa’ melakukan hal-hal biasa.

Memang kita tidak pernah mendengar tidak istilah Founding Mother, tetapi tentu tanpa kehadirannya tidak akan pernah ada para Founding Father. Wanita juga seorang pemimpin. Betapa kuat fisik laki-laki, tetapi berapa banyak wanita yang memiliki mental lebih kokoh daripada laki-laki? Lembaran sejarah menampilkan betapa banyak tokoh besar dunia yang makin kuat saat ada wanita kokoh yang mendampingi dan mendukungnya.
 **
“Jangan khawatir, ya, Suamiku. Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahim, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu, dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran,” ungkap Bunda Khadijah radiyallahu’anha, wanita mulia pendamping pemimpin terbaik di akhir zaman, Muhammad Rasulullaah shallahu ‘alaihi wassalam.(Saduran dari hadis riwayat Bukhari No. 03)

 Sumber:
Matta, Anis. 2014. Serial Cinta. Jakarta: Penerbit Tarbawi.
 Siauw, Felix Y. 2013. Muhammad Al Fatih 1453. Jakarta: Alfatih Press.


1 comment on "Wanita-Wanita Di Balik Pembesar Dunia by Octa Raisa"
  1. Ibu tuh bagi saya adalah perpustakaan pertama saya. Tempat saya menanyakan banyak hal

    ReplyDelete